Kutipan percakapan antara Kurai dan seorang sahabat via Y!M. Memberi pengertian mendalam dari kata– perasaan.
***
KuraiK: saya bosen kek gini terus.. gak bisa mundur, apalagi maju..
stuck.
just_call_her_whatever: mau mundur, tp ada harapan utk maju…mau maju tp takut…
KuraiK: mau mundur, tapi kesempatan masih mengintip.
mau maju, tapi ada yang menghalangi.
maju..
jika hanya saya yang maju, gunanya apa?
just_call_her_whatever: 
kenapa…kita…sangat mirip?
KuraiK: kenapa kita, harus terjebak pada situasi yang sama?
just_call_her_whatever: kenapa… harus berpegang pada masa lalu?
apa karena lebih manis?
KuraiK: jelas. masa lalu, jika bisa hidup di dalamnya sekali lagi, siapa yang akan menolak?
lebih ingin mati suri di dalam masa lalu, daripada menginjakkan kaki menuju masa depan– yang bahkan tidak berani kita bayangkan akhirnya.
just_call_her_whatever: di depan sana, yg kuliat cuma air mata
di belakang sana, ada senyum
berkali2 aku bohongi diriku supaya tersenyum
tapi dia dengan sikapnya, mematahkan itu
KuraiK: ketika menoleh ke belakang, ada sedikit perasaan sayang
ketika kembali lagi menghadap ke depan, hanya ada getir
berharapberharapberharap—-
selalu, kata itu terulang
tanpa pernah ada jeda
namun sampai kapan bisa bertahan?
just_call_her_whatever: kenapa dia ada hanya untuk menoreh luka?
apa dia pikir—
setelah semua senyum itu—
maka aman untuk menjauh begitu saja?
kalau mau sakiti aku
sakiti saja sampai berdarah2
sakiti aku sampai aku menangis terus
sakiti aku sampai aku muntah darah
jangan..sakiti..lalu buat aku tersenyum lagi…
itu lebih sakit daripada semua diatas…
karena rasanya
senyum itu sia2. kosong. hampa. tidak guna.
KuraiK: tangan yang sudah digenggam, hendaknya dijaga
jika sudah dilepaskan,
maka tidak ada harapan untuk bisa kembali
hal sederhana seperti itu, menjadi rumit untuk dipahami
datang jika merasa suntuk? dan membuat perasaan menjadi seperti pelampiasan
silakan.. silakan..
sudah perih, taburkan garam dan paku..
sem. pur. na.
just_call_her_whatever: ah ya. mudah.
mudah untuk pergi begitu saja.
mudah untuk melukai begitu saja.
dan datang lagi.
pergi lagi.
M-U-A-K.
tapi bisa apa?
bibir ini refleks tersenyum
tangan ini refleks menggenggam
mau benci? susah.
KuraiK: tepat. tepat seperti itu, saudariku..
bagai angin, tidak pernah berhenti di satu tempat
sesuka hati datang, tanpa pemberitahuan pergi
perasaan seperti ini,
bagaikan jejak kaki di atas pasir
sudah dijejakkan, namun kemudian hilang diseret ombak
—–tidak pasti akan terbalas.
lelah.
aku tahu.
just_call_her_whatever: dengan mudah ia gunakan “waktu” untuk alasan.
berkali-kali membuatku yang sudah akan menjauh
jadi mundur lagi
curang.
KuraiK: licik– mari kita sebut demikian.
padahal sudah memantapkan hati akan bertahan
akan menjauh, menghindari kesalahan yang sama
namun hasilnya?
nihil.
dia tiba-tiba saja muncul lagi, menyodorkan tangannya yang nista untuk diraih.
MUAK.
MUAK.
MUAK.
dan,
lelah, tentunya…
just_call_her_whatever: curang. curang. curang.
dia boleh menyakiti
lalu aku?
tidak boleh?
tentu saja tidak boleh.
ah bukan
tidak BISA
karena?
karena jika ingin menyakiti—butuh perasaan
dan perasaan
itu—
tidak ia milikki.
*miliki
KuraiK : damn. hell yeah.
selalu menebak-nebak apa yang ada di hatinya
mengukur seperti apa mimiknya
dan memberi pengandaian tentang pikirannya..
sangat tidak beruntung, kita ini
sepertinya, jika boleh kusebut— bertepuk sebelah tangan.
just_call_her_whatever: ah—bertepuk lebih mujur sist
kalau aku tahu aku bertepuk
aku lebih lega
tapi jika aku tidak tahu?
dia sakiti aku—dia beri aku harapan bahwa aku tidak bertepuk sebelah
tapi lalu dia buat aku tersenyum—dia beri aku pengadilan bahwa aku bertepuk sebelah
lelah untuk menebak
lelah untuk menangis
lelah untuk tersenyum
KuraiK: aku juga menangis, percayalah..
namun aku merasa sedikit beruntung, tidak berjalan sendirian..
ada kamu.
itu cukup.
dan tentang dia?
jika bisa, ingin kukatakan; ‘Lupakanlah.’
namun jika kukatakan hal itu,
kebohongan besar telah kulakukan pada hatiku sendiri
tidak bisa melupakan
namun juga tidak bisa mempertahankan
dan akhirnya?
ter. je. bak.
just_call_her_whatever: yeah. bohong jika bisa lupa.
bohong juga jika bilang benci
tapi salah kalau bilang sebaliknya.
“bodoh”—lebih tepat untukku.
KuraiK: tar.. low batere *nyungsepin charger*
dan kau bisa panggil ‘pecundang’ padaku. 
jiah- mangstabh banget deh kata2 kita nih
)
just_call_her_whatever: sist, rasanya gak rela juga kalau jatuh karena dia
KuraiK: jelas lah =..=
just_call_her_whatever: saya jatuh
saya nangis
lalu dia?
berdiri disana
KuraiK: air mata ini sudah jatuh
just_call_her_whatever: tertawa
NGGAK RELA
KuraiK: bagaimana dengan dia?
melanjutkan hidup begitu saja
baik. teruskan.
mungkin tubuh ini akan membusuk perlahan..
dan dia bisa menyesalinya suatu hari nanti
terdengar sangat pecundangkah?
just_call_her_whatever: jangan.
ingin rasanya buat dia menyesal skrg juga
ketika saya masih hidup dan bisa melihatnya
KuraiK: tunjukkan padaku jalannya, jika begitu
karena aku sudah buta
tidak bisa lagi melangkah
just_call_her_whatever: ah entahlah
jalan seperti apapun
rasanya bingung
KuraiK: benar.
entahlah.
entahlah hidupku ini akan dibawa kemana
namun asal aku tahu ada yang berdiri di sampingku,
seperti saat ini,
kurasa aku akan baik-baik saja.
just_call_her_whatever:
KuraiK: >:D<
just_call_her_whatever: >:D< I’ll be there 4 u sist
KuraiK: this i promise you, too. I. WILL. BE. HERE. FOR. YOU.
just_call_her_whatever:
KuraiK:
***
Anda pikir ini sudah semuanya? Belum. Dua makhluk nista ini masih mampu untuk menertawakan diri dan nasib mereka. Mencari judul bukanlah hal yang mudah, dan Kurai yakin, Anda pasti mengerti.
***
KuraiK: enaknya, judulnya apa yak?
just_call_her_whatever: Conversation? No. More than that =))
KuraiK: =)) dodol
seriusan inih..
just_call_her_whatever: nggak tahu =))
KuraiK: binun 
Conversation No.1
=))
just_call_her_whatever: =))
Confession No.1 Afghan aja sekalian =))
[s]Confession[/s] Conversation No. 1 =))
KuraiK: =))
emangnya mo ngelucu? =))
TOGETHER WE CRY!
)
just_call_her_whatever: =)) JANGAN
Lembek amat =))
KuraiK: ini lagi dengerin lagunya the script ada kata2 ntu =))
ato
TOGETHER WE CURSED
=))
*dibakar*
just_call_her_whatever: =))
KuraiK: LAYANGAN
soalnya tarik-ulur =))
just_call_her_whatever: mending..
je te déteste, mon amour.
KuraiK: apa artinya? =3
just_call_her_whatever: I hate you, my love. =))
KuraiK: =)) lembek
just_call_her_whatever: I hate you–benci
tapi di saat yang sama
tidak bisa menolak bahwa ia berbohong =))
dan perasaan yang dikubur itu
malah tertera di kata selanjutnya =))
KuraiK: =))=))
i hate you, MY LOVE.
=))=))=))
just_call_her_whatever: =))
KuraiK: done. pake judul ntu.
just_call_her_whatever: linkkk!!
KuraiK: tar.. koneksi abal =..=
***
Nah, jika pada titik ini Anda berpikir bahwa percakapan sarat makna ini berakhir, Anda benar. Ah, Kurai tidak perlu lagi menjelaskan tetek-bengek tentang apa hal ini, kan? Semuanya sudah tergambar. Dengan jelas. Jika Anda tidak buta, tentunya.