Kepingan Masa Lalu

Aku adalah sebuah kepingan masa lalumu yang membeku.

Aku adalah kepingan yang menggincu, membedaktaburkan dirimu dalam bayangan yang ada dalam otakku. Yang aku tahu bahwa itu salah, dan lalu semuanya berjalan menjadi lebih lambat, dan lalu aku pun telah terlambat. Serpihan cermin itu, yang kupandangi sebagai gambar wajahmu, yang mengabur membuatku rindu pada waktu itu. Tapi aku sendiri menyadari bahwa aku hanyalah sebuah kepingan masa lalumu yang tak mencair. Disimpan rapat-rapat, tak terlupakan namun enggan diingat. Sebagai satu titik luka yang telah kering dan menghitam.

Aku adalah sebuah kepingan masa lalumu yang tak pernah usang.

Di balik keliman terbaik dalam jalinan benang-benang halus yang kau sebut dengan rindu yang tak berkesudahan. Yang harusnya segera kau tangkap namun hatimu tak mengijinkan. Lalu aku, bersusaha untuk mengekang rindu itu sendiri agar tidak lagi mengusikmu. Agar dunia bisa menyentuhmu dengan bebas, dan menawarkanmu permen-permen manis yang kadang mereka sebut sebagai kebahagiaan. Maka aku akan menyimpan permen asam itu untukku sendiri, dan berdiri di sini sebagai masa lalumu yang melawan waktu.

Aku adalah seseorang dari masa lalumu yang disebut sebagai kesalahan masa muda.

Yang telah menawarkanmu masa depan dan sebuah perlindungan; kemudian merampasnya kembali seperti itu tak pernah terjadi. Maka ingatlah aku sebagai kepingan, sebagai bagian dari dirimu yang telah lama mati.

About these ads

2 thoughts on “Kepingan Masa Lalu

Tinggalkan jejak manusiamu di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s