Karena dia…

…kini hidupku terasa seimbang. Aku tidak lagi membutuhkan apapun selain air putih (cangkirku bermotif kunci berwarna kelabu, kubeli kemarin siang, satu pasang dengan miliknya), dan lalu kata-kata mulai berterbangan mengitari otakku seperti ngengat-ngengat kecil yang tertarik pada lampu pijar.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan jejak manusiamu di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 212 other followers